Membangun identitas maya

20120128-052404.jpg

Banyak orang sibuk mengekspresikan diri di dunia jejaring sosial maya. Menuliskan segala macam mulai dari kegiatan yang sedang dilakukan, rencana liburan, harapan dan tujuan, sampai ungkapan perasaan yang sedang dialami apakah itu susah, senang atau bahkan kemarahan. Sadar atau tidak, mereka ini sedang membangun identitas dirinya di dunia maya.

Di saat yang sama, ternyata ada orang yang justru menghindarinya. Seorang rekan di kantor mengatakan pada Saya dalam sebuah diskusi, bahwa Saya tidak akan dapat menemukan satu pun link yang mentautkan terhadap dirinya di dunia maya. Dia sengaja ingin tidak dikenal di dunia maya. Tidak ada akun facebook, tidak pula twitter dan semacam.

Continue reading

1 Komentar

Filed under Catatan Harian, dari kantor, Renungan

Karakter yang tidak berkarakter dan manusia pembelajar: tentang Sinetron

Tidak pada Sinetron

Tidak pada Sinetron

Saya iseng (baca: terpaksa) ikut menonton Sinetron di kosan kemarin malam. Sehabis makan malam di warung depan kosan, suguhan televisi yang jarang Saya nikmati muncul di depan meja makan. Adalah Mbak Inah, sang penjaga warung yang sedari tadi khidmat mengikuti jalan cerita sinetron di salah satu stasiun televisi nasional.

Continue reading

4 Komentar

Filed under Renungan, Mencari Jati Diri, Catatan Harian, Iseng

Penilaian sekejap

Blink, karya Malcolm Gladwell

Blink, karya Malcolm Gladwell

Pepatah mengatakan “jangan menilai buku hanya dari sampulnya”. Artinya kurang lebih kita harus membuka isi buku dan memahami lebih dalam isinya. Setelah sekian lama dan intens kita berusaha memahami seseorang, maka dari sanalah kita bisa atau boleh menilai apakah seseorang baik ataukah sebaliknya.

Namun ada kasus tertentu di mana kita kadang langsung atau begitu saja bisa menilai ketika seseorang atau sesuatu itu bersifat jahat. Atau, di waktu lain kita bisa saja dengan cepat menilai suatu aksi atau keputusan itu akan berakibat tertentu. Seakan Anda mendapatkan firasat, seperti yang banyak orang bilang. Dan Anda merasa saat itu Anda harus mempercayainya. Saya yakin Anda sekalian pernah mengalaminya.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Bahan Bacaan, Catatan Harian, Mencari Jati Diri

Tentang tes iBT TOEFL – (pengalaman pribadi)

Akhir November 2011 yang lalu akhirnya Saya memutuskan untuk mengambil tes iBT TOEFL (Internet Based TOEFL) di Jakarta. Selain karena deadline penyerahan berkas aplikasi beasiswa Erasmus Mundus yang semakin mepet (tengah Desember 2011), Saya merasa persiapan Saya sudah cukup matang. (Padahal baru belajar otodidak selama 2 bulan terakhir, hehe… nekat banget yakk… :D )

Dan tersebutlah tanggal 20 November sebagai hari bersejarah bagi Saya untuk menjalani tes iBT TOEFL. Cerita berikut ini berisi kronologis dari mulai persiapan test, pencarian informasi, pendaftaran tes, mematangkan persiapan, hingga tesnya sendiri pada hari Ahad, 20 11 2011 (hmm… angka cantik…).

Continue reading

7 Komentar

Filed under Catatan Harian, Memoar

Bukan untukmu

Tak ada cinta buatmu
Tak pantas kasih kau reguk
Tak sudi sayang merengkuhmu
Jika kau hanya sibuk dengan dirimu, duniamu

Lupakah engkau akan apa itu rindu
Akan apa itu mengasihi
Sebegitu jauhkah kau dari rasa cinta
Dari perasaan membuncah yang memenuhi dada

Tak ada cinta buatmu
Kau yang larut dalam rutinitas
Tak pantas kasih kau reguk
Jika kau terlalu lemah untuk mengakuinya

Tak sudi sayang merengkuhmu
Yang kasih inginkan hanyalah kau memperjuangkannya dengan sungguh
Tak perlu dengan darah
Cukup dengan kesungguhan dan pengucapan tulus

ahh… Melankolis lagi dehhh… :D

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Cerpen-Puisi, Mencari Jati Diri

Persiapan + Peluang = ?

Bulan kemarin hati dan pikiran Saya benar-benar disibukkan dengan banyak hal. Target-target pribadi, target profesional hingga proses pencapaian mimpi-mimpi seakan semua mengumpul di bulan November.

Hal ini tentu mengingatkan Saya sekali lagi akan kebenaran yang disampaikan oleh Louis Pasteur dalam ungkapan terkenalnya, “Chances favors the prepared mind”. Artinya bahwa kesuksesan tidaklah datang secara tiba-tiba. Ia adalah kombinasi antara persiapan yang matang, dan tentunya peluang.

Saya merasa banyak sekali waktu Saya terbuang percuma tanpa melakukan hal-hal bermanfaat untuk persiapan masa depan. Belajar TOEFL, misalnya. Atau memperbaiki ilmu agama, memperdalam hard skill, bahkan mungkin mencoba enterpreneurship.

Kita tidak akan pernah tahu kapan peluang itu akan hadir di hadapan kita. Kita hanya bisa selalu bersiap diri, hingga suatu saat peluang itu muncul kita telah siap mendekapnya dengan yakin.

And trust me, this applies to almost anything in life. If you’re not well prepared, then only you’ll fail.

2 Komentar

Filed under Catatan Harian, Renungan

Koleksi Buku bacaan

bebuku, tapi ini cuma ilustrasi koq

bebuku, tapi ini cuma ilustrasi koq

Saya termasuk orang yang paling nggak tahan kalau melihat buku bagus. Setiap kali mampir ke toko buku, meski awalnya lihat-lihat, pada akhirnya Saya keluar Toko dengan menenteng buku. Saya menyukai berbagai tema buku, mulai dari psikologi-sosial, ekonomi, agama, novel fiksi/nonfiksi, dan lain sebagainya.

Buku bacaan pertama yang Saya beli (seingat Saya) adalah Dialog dengan Jin Muslim karya Muhammad Isa Dawud, yang Saya beli sekitar tahun 2001. Saat itu Saya masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) kelas 2. Di masa itu, kegemaran Saya membeli buku dianggap aneh oleh saudara-saudara Saya. Alih-alih membeli baju baru atau mainan, Saya malah membeli buku… hehe

Continue reading

4 Komentar

Filed under Uncategorized

IPPlan – Prepare, Install and Troubleshoot on Windows 2003

I had this challenge from my new boss to propose and prepare working environment for managing our IP Address Scheme. It would be nice if we can have an inventory of IP addresses we currently managing, which still using standard spreadsheet. It is hard to track changes in spreadsheet, file sharing issue, permission on the file, etc.

So, would it be good if we can have a web-based IP address scheme inventory which can be edited anywhere from the network and easily able to track the changes, etc. And that’s exactly how the challenges came to me.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Catatan Harian, dari kantor, Lab

Sampaikan dengan HATI

Awalnya Saya mengamati khutbah Jumat dan metode penyampaiannya: ada yang membaca teks, sebagian lain menyampaikan khutbah dengan bebas berimprovisasi. Lalu Saya berpikir lebih jauh, bahwa beginilah cara manusia menyampaikan idenya: Ada yang menyampaikan dengan mulutnya saja, ada yang dengan otaknya, ada juga yang menyampaikannya dengan hatinya.

Continue reading

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Catatan Harian, Mencari Jati Diri, Pelajaran Berharga, Renungan