Banyak orang sibuk mengekspresikan diri di dunia jejaring sosial maya. Menuliskan segala macam mulai dari kegiatan yang sedang dilakukan, rencana liburan, harapan dan tujuan, sampai ungkapan perasaan yang sedang dialami apakah itu susah, senang atau bahkan kemarahan. Sadar atau tidak, mereka ini sedang membangun identitas dirinya di dunia maya.
Di saat yang sama, ternyata ada orang yang justru menghindarinya. Seorang rekan di kantor mengatakan pada Saya dalam sebuah diskusi, bahwa Saya tidak akan dapat menemukan satu pun link yang mentautkan terhadap dirinya di dunia maya. Dia sengaja ingin tidak dikenal di dunia maya. Tidak ada akun facebook, tidak pula twitter dan semacam.






