Hari Sabtu (27 Des) jam 21.00 delapan orang bertolak dari kampus Elektro ITS. Saya berboncengan dengan Gigih, Bijak dengan Abi, Awi dengan Amma, serta Lukman berkendara Agung. 4 Motor yang sengaja sudah diservis untuk perjalanan ini pun melaju membawa delapan orang ini menuju Kawasan Wisata Gunung Bromo. Tujuan utama kami tentu saja untuk melihat sun rise alias matahari terbit keesokan harinya.
Di bawah rintik hujan yang tak juga reda semenjak sore kami tetap nekat berangkat. Maklum, sudah beberapa hari sebelumnya kami merencanakan adventure ini… wkwkwkwk… Sepanjang perjalanan hingga Jombang pun kami masih diguyur oleh rintik hujan. Meski tidak terlalu deras namun membuat kami basah dan terpaksa memakai jas hujan.
Sekitar jam 12 malam kami singgah di Sebuah Pom Bensin di Probolinggo, tepat di samping terminal Bus Probolinggo. Setelah mengisi bahan bakar untuk perjalanan selanjutnya, kami beristirahat selama kurang lebih satu setengah jam. Kebanyakan waktu itu kami habiskan untuk jagongan alias ngobrol ngalor ngidul. Selalu ada saja yang dibahas kalo pas lagi ngumpul sama anak-anak ini.
Tepat pukul setengah dua pagi kami melanjutkan perjalanan kami menuju Gunung Bromo. Di bawah terpaan angin malam yang mulai dingin di kaki gunung Bromo, rasa ngantuk pun seketika lenyap. Setidaknya tidak terasa saat itu.
Jalan menanjak menuju ke tempat wisata Gunung Bromo sungguh memaksa motor yang kami tumpangi bekerja ekstra keras. Namun syukur alhamdulillah kami sampai di pintu masuk kawasan wisata sekitar pukul setengah tiga pagi.
Karena tidak menemukan tempat parkir motor (hampir tidak ada yang pake motor ke sini, saat itu cuma kami yang kami tahu pake motor), kami pun nekat membawa motor kami melewati padan pasir menuju Bromo (puncak Bromo, di mana kami akan menyaksikan gejala alam matahari terbit). Tak kami nyana, ternyata padang pasirnya sangat luas (kami sadar saat pagi, ketika sudah terang). Suasana malam yang gelap membuat kami merasa biasa saja.
Dengan perjuangan yang sangat keras melewati berbagai rintangan, kami pun menemukan tempat di mana kami bisa memarkir motor kami. Ada beberapa warung yang mulai buka di tengah padang pasir itu, dan kami bisa menitipkan motor kami di sana, dengan tarif 2000 rupiah. Untunglah.
Karena memang tanpa persiapan sama sekali, kami pun mencoba bergabung dengan rombongan lain (malam itu banyak sekali rombongan yang juga menuju puncak Bromo) untuk berbagi cahaya senter. Melewati jalan menanjak yang cukup curam namun berpasir kami bersama berjalan berurutan. Hingga tibalah kami di kaki tangga menuju puncak Bromo.
Dalam keremangan malam, tangga itu seakan tak berujung. Namun tetap saja kami tapaki anak tangga itu satu persatu hingga akhir. Untungnya saat itu malam dan gelap, sehingga Saya tak perlu takut akan seberapa tingginya Saya berada saat itu. (Saya agak sedikit takut ketinggian, kadang…).
Pagi itu, pukul 4 lewat seperempat kami sampai di puncak Bromo di bawah rintik hujan yang mulai turun lagi. Kami pun menunaikan Shalat Shubuh bergantian dua dua dengan terlebih dahulu tayamum. Kami melakukannya karena tempat yang sangat sempit, sehingga tidak mungkin kami berjamaah berdelapan.
Saat itu kami memang sudah di puncak Bromo. Tepat di samping kami adalah kawah Bromo. Namun, mentari yang kami tunggu-tunggu hadirnya tak kunjung muncul di ufuk timur. Mendung yang menutupi langit Bromo membuat kami tak bisa menikmati pemandangan pagi itu. Kami pun berfoto-foto dengan kamera yang kami bawa, untuk kenang-kenangan. Meski tak jadi menikmati indahnya sun rise, setidaknya kami punya foto kenangan bersama. hoekkkk….

masih gelap di puncak Bromo

mentari yang kami tunggu itu tak juga muncul
Jam 6 kami turun dari Puncak Bromo. Kami kendarai motor kami melewati padang pasir menuju Pintu masuk kawasan wisata Bromo. Dari sana, kami kemudian turun gunung dan langsung kembali menuju Surabaya.
Tapi GAWAT!! Rasa Kantuk mulai menyerang kami. Semalaman kami tidak tidur dan melakukan kegiatan yang sangat menguras tenaga. Tubuh kami pastilah amat lelah. Wajar jika kami sangat capek dan mengalami ngantuk yang teramat sangat.
Setelah melewati jalan menurun yang sangat tajam (dengan menahan kantuk, tentunya…) kami sampai di kaki gunung sekitar pukul setengah delapan pagi. Di persimpangan jalan Surabaya – Probolinggo, kami memutuskan berhenti untuk sarapan. Saya mengsulkan untuk mencari tempat istirahat di mana kami bisa tidur (karena saatt itu Saya sangat-sangat ngantuk, dan Saya khawatir akan jatuh di tengah jalan) tapi rekan2 yang lain memaksa untuk melanjutkan perjalanan, agar bisa segera sampai di Surabaya dan istirahat.
Saya pun dibonceng oleh Gigih, yang ngaku sudah fresh karena mengunyah permen karet (heran, koq bisa ya??). Dalam perjalanan hingga Probolinggo Saya berulang kali hampir jatuh dari motor karena hampir ketiduran di belakang.
Sekitar jam setengan sepuluh kami singgah di Pom Bensin di Pasuruan. Saya turun untuk buang air dan cuci muka. Lumayan fresh. Kami pun melanjutkan perjalanan.
Tapi ternyata ngantuk itu datang lagi. Berulang kali Saya hampir jatuh kalo tidak diingatkan oleh Gigih.
Karena tak kuat menahan kantuk, Saya pun memutuskan turun di suatu tempat di Pasuruan dan melanjutkan perjalanan dengan Bus. yaaa.. daripada gak selamat di jalan, mending naik bus bisa tidur. Dan benar saja, dalam perjalanan hingga Terminal Bungurasih, Saya tertidur pulas.
Tapi Saya baru nyampek di kampus jam dua lebih. Gara-garanya, Setelah sampai di Bungurasih, Saya pindah bus dan tertidur lagi hingga sampai di Pelabuhan Perak. Jadi Saya membuang banyak waktu Saya di jalan gara-gara ketiduran ini… wkwkwkwk…
Tapi alhamdulillah sudah mengalami petualangan yang tak terlupakan dengan teman-teman. Hmm.. entah apakah semester depan masih bisa berkumpul lagi untuk liburan dengan teman-teman. Thanx pal… I’m glad to have you all…

ternyata masih seorang petualang …
mantap saya kapan2 mo berpetualang seperti kamu fiyan…..
apalgi melihat keindahan gunung bromo itu…
wadow…enak bgt nec mas bsa ke bromo bareng tmen…
kpan2 ajak aq dunk aq blom prnak kesana
aq jg pgen..
emm kalo saya barusan naek Lawu, hehehehe
abis UAS InsyaAlloh ada rencana juga ke Bromo
sekedar nemenin anak2 Infokom yg pada belum pernah kesana
wah sayangnya kita naek Bis, jadi referensinya mas alfiyan sedikit bantu…
Asik yaa jalan bareng temen2.. koq ga ketemu saya ya..
saya jg abis dari Bromo pas thn baru kemaren hehe..
Wah sayang banget cuma ke Bromo doang, ga kelilling pegunungan Tengger yg bagus bgt,
kaya gunung kursi, bukit teletubies, padang edelweis, goa widodaren, wathu kutho, ranu pane, ranu regulo, coban trisula, coban pelangi, metik apel di desa Gubuk Klakah dll.
Saya juga ga direncanain, tahu2 pergi aja gitu ber-2 dari Tangerang, cewek pula hehehe.
enak nih kalo rame2… kapan2 ajak dong hehehe…
Hahaha…
Iyo, pantesan kowe pindah nang bis yan..
aku yo ngantuk-ngantuk pas iku
aku juga dulu pernah lho… dari Surabaya barengs temen…
hihihi… berangkat asyik… dini hari… dingin… sampek Bromo langsung cari orang jualan kopi… walah… baru sebentar, udah dinginnnnn
tapi asyik…
btw, buat temens yg lain boleh donk gabung, sharing, n cari temen sesama penggemar/ pengguna motor.
Bisa dapat manfaat banyak tuh di situ, kali aja ntar ada yg ngasih sponsor buat kegiatan sosial temens yg udah punya jaringan temen/ komunitas motor.
Ayo… hanya ada di http://www.dunia-motor.net
Ada hadiahnya lho…
Ditunggu ya…
halo mas Alfian,
kenalkan…., saya ahmad tinggal di jakarta.
terima kasih sudah berbagi info tentang perjalanan dramatis naik motor ke bromo.
saat ini sedang mencari-2 info tentang ke bromo naik motor. karena rencana saya akan pergi ke bromo dari jakarta naik motor bebek suzuki shogun berdua saja dengan adik saya. berangkat setelah subuh, rabu 20 Mei ini, kita jalannya sesantainya saja, diperkirakan rabu malam nginep di pemalanga atau pekalongan trus besok paginya jalan lagi ke surabaya trus kita mau liat lumpur sidoarjo yg terkenal itu, trus ke malang dan rencana nginep di malang, trus besok paginya lanjut bromo.
begitulah rencana kami, bila mas alfian bersedia memberi saran tentang seputar jalur dan bagaimana sebaiknya menuju bromo saya ucapkan banyak terima kasih.
wassalam
ahmad purba
s
Kenalin aku Hanief. Lagi googling nyari info naik motor ke Bromo nemu ini. Makasih banyak atas infonya..