Tanggung jawab bukanlah sesuatu untuk diperebutkan. Ia bukan hal mengenakkan yang patut diminta untuk dimiliki. Tanggung Jawab adalah pemberian, amanah. Dari orang lain, manusia banyak, untuk dijalankan individu atau instansi demi kepentingan banyak orang.
Namun yang terjadi saat ini adalah sebaliknya. Orang berlomba-lomba meminta diberi tanggung jawab. Di mana-mana kita melihat orang memproklamirkan diri mampu mengemban tanggung jawab.
Padahal adanya tanggung jawab memunculkan adanya konsekuensi. Tapi, bersamaan dengan itu, pelaksanaan tanggung jawab juga (kadang) memberikan adanya upah, gaji, atau apalah namanya atas pelaksanaan tanggung jawab itu.
Namun sayang, tak semua paham akan arti tanggung jawab yang diembannya. Masih banyak yang mengartikan tanggung jawab sebagai mengerjakan bagiannya sendiri. Tak peduli yang dikerjakan orang lain (meski ada di sampingnya), jika bukan bagian tugasnya, maka tak ada keperluan baginya untuk membantu.
Sungguh sayang jika pemahaman kita akan tanggung jawab hanya sebatas itu.
Bagi Saya, tanggung jawab memang mengharuskan kita untuk mengerjakan kewajiban kita hingga tuntas dan all-out meski itu artinya mengorbankan waktu bersenang-senang kita. Namun, bukan berarti kita boleh melalaikan orang lain di sekitar kita yang membutuhkan bantuan kita, di luar kewajiban kita.
Saya percaya, tanggung jawab dan keikhlasan dapat berjalan beriringan dalam diri tiap manusia.

nyindir anak lab ta??
Saya telah membaca karya kamu. semua bagus. Tampaknya kita memiliki aliran dan semangat tulis yang mirip. Oleh karena itu saya ingin agar kita saling berkunjung blog.
Kami akan menyajikan mater-materi kami untuk menyambut anda. kami mengundang anda. Di blog saya selain ada refelksi, juga terdapat banyak hal di sana. Mari kita saling memperkaya pengetahuan dan pengalaman.
Selamat datang. Kami menunggu anda.
terimakasih atas nasehatnya Yan, semoga nasehat ini bermanfaat bagi saya, anda dan kita semua, dalam banyak hal…