Baru kali ini Saya mengikuti tes TOEFL yang tidak gratisan. Artinya, secara sadar Saya sengaja merogoh kocek Saya untuk mengikuti tes TOEFL yang notabene banyak dijadikan standar kefasihan Bahasa Inggris seseorang. Yang padahal menurut Saya tidak demikian…
Saya memang sudah beberapa kali mengikuti tes TOEFL, tapi tes-tes itu memang kegiatan akademis yang disediakan kampus. Pertama kali saat Mahasiswa baru, ketika itu semua mahasiswa baru diwajibkan untuk tes TOEFL di UPT Bahasa ITS.
Namun hasil tes tersebut tidak pernah Saya tahu sampai sekarang. Saya juga asal mengerjakan saat itu. Maklum, segala hal yang Saya rasa hanya etok-etok alias hanya formalitas tidak pernah Saya kerjakan dengan serius..
Kedua kalinya ya semester kemarin saat Saya mengambil mata kuliah Bahasa Inggris Lanjut. Saat diagnostic test di awal perkuliahan, Saya mendapat nilai 529. Wekzzz, Saya kaget juga koq bisa segitu. Lalu di akhir perkuliahan ada final test, tapi sampai sekarang Saya tidak tahu nilai Saya. Yang jelas, Saya mendapatkan nilai A!!! (FYI, nilai A range-nya di atas 550)
Kaget? Saya sendiri juga surprise!! hehe…
Saya pun kemudian merencanakan mengikuti test TOEFL yang berbayar. Sudah lama sebenarnya Saya ingin ikut tes TOEFL ini. Tapi tak pernah ada sisa uang..
Tapi sekarang, Alhamdulillah sudah beberapa bulan ini Saya sudah punya penghasilan sampingan, meski tak seberapa. Ditambah uang beasiswa terakhir yang baru turun awal Januari kemarin… Yippy!! Ikut Test TOEFL ahh,,,
Sudah beberapa kali juga kesempatan mengikuti seleksi beasiswa gagal karena Saya tak punya nilai TOEFL ini. Semangat untuk ikut test TOEFL pun semakin menggebu! Semangat 45! e45*! hehe…
Tanggal 3 Pebruari, Saya mendaftarkan diri mengikuti test ITP TOEFL (Institutional Testing Program). Bukan tes TOEFL ITS-EFL version yang menjadi standar kelulusan mahasiswa ITS lho ya… kalo itu sih level dasar mah.. ITP TOEFL ini sudah level intermediate sampai advance. (begitu kata situs ETS, penyelenggara tes TOEFL yang asli).
Dengan membayar sebesar 270 ribu rupiah, Saya mendapatkan tanda terima dari UPT Bahasa (ya iya lah..). Sekarang Saya harus menunggu panggilan tes dari UPT Bahasa. Maklum, untuk mengadakan tes ini, minimal harus ada 10 orang terdaftar. Sedang saat Saya mendaftar masih 8 orang.
Akhirnya setelah 3 minggu lebih menunggu, panggilan itu datang juga. Sabtu, 28 Pebruari 2009 jam 10 pagi. (kayake ada yg lahir pada tanggal itu deh…).
Pagi itu, 28 Pebruari, Saya sudah terlihat segar, siap mengikuti tes TOEFL. Sambil menunggu tes dimulai, Saya berbincang dengan peserta tes yang lain. Ternyata ada yang dosen, ada yang sudah kerja, juga ada yang baru lulus. Rata-rata mereka menyatakan alasan mengikuti ITP TOEFL untuk syarat seleksi beasiswa kuliah di LN, ada juga yang karena tuntutan pekerjaan.
Ya, ITP TOEFL memang sering dijadikan standar kefasihan dalam berbahasa Inggris oleh sebagian besar institusi pendidikan dan juga industri. Padahal tidak demikian semestinya. Tapi karena biaya tes TOEFL IBT yang mahal, maka ITP TOEFL pun jadi alternatif. Toh levelnya sudah intermediate-advance.
Saya akui, soal tes ITP TOEFL memang jauh di atas tes TOEFL yang pernah Saya ikuti saat kuliah Bahasa Inggris Lanjut semester kemarin. Mulai dari Listening yang speaking-nya tingkat tinggi (hampir ga kedengeran sangking cepetnya ngomong), Hingga reading-nya yang vocab-nya sangat baru bagi Saya (banyak sekali vocab baru yang tidak Saya pahami artinya). Bahkan yang menjaga dan megarahkan tes juga memakai bahasa inggris.
Meski demikian, Saya masih cukup yakin bisa menjawab banyak (dan benar tentunya,,, hehe…).
Jujur, Saya mengikuti tes ini memang salah satunya karena penasaran dengan kemapuan Bahasa Inggris Saya. Apakah benar Saya ini ngerti English? Dan juga sejauh mana Saya menguasai Bahasa Asing ini?
Setelah menunggu seminggu lebih (SOP-nya sih cuma 7 hari sejak tes), Saya pun akhirnya mendapatkan hasil tesnya. Hanya selembar kertas kecil berukuran tak sampai setengah kertas ukuran A4. Tapi jelas nilainya lebih mahal daripada 10 rim kertas A4… hehe… Dan inilah hasil test ITP TOEFL-ku…

Hasil Tes ITP TOEFL-ku
Puaasss rasanya…. 563… lumayan… Lumayan bagus… hehe…
*e45 adalah nama julukan untuk mahasiswa elektro ITS angkatan 2005

ZZZzzzzzZZZZZ….. keren juga hasil tupelnya..
aku mentok di 520. Tupelnya ITS Gak mbois Blas.. sampek aku gak isok nggarap..hehehehee
wah baru merasakan ya kejamnya UPT bahasa..
wakakakkakakkk.
apalagi kalau toeflnya di bawah 450
akan terasa lebih kejam kalii ya…wekekkekekekkk
bagi donk tips and trick dalam mengerjakan tes toefl itp???