Jam setengah lima di kampus, perut terasa lapar belum makan siang. Kantin jurusan biasanya sudah pada out of order alias kehabisan stok bahan makanan. Biasanya jam segini Saya masih beruntung bisa menemukan makanan di Kantin Pusat ITS.
Setelah seminggu lebih tidak mampir makan di Kantin Pusat ITS yang letaknya di tengah-tengah bagian kampus, Saya memutuskan untuk makan siang (jam setengah 5 sore..
) di Kantin Pusat ITS. Dari Jurusan, perjalanan kaki menuju Kantin ITS membutuhkan waktu sekitar 5 menit.
Saya memilih makan di warung prasmanan, seperti biasa. Dengan pilihan menu yang beragam, harganya juga standar anak kos.
Sore itu sudah mulai sepi. Maklum memang sudah jam setengah lima. Jam kuliah maksimal memang sampai jam 4 sore. Tapi di deretan puluhan meja panjang masih ada beberapa gerombolan mahasiswa yang menikmati makan atau hanya cangkrukan bersama rekan-rekannya.
Selesai makan, Saya membayar di meja kasir. Sambil menunggu kembalian, Saya mengamati sekitar Saya. Pandangan Saya pun tertuju ke potongan kertas kecil (separuh A5) yang berisi tulisan yang cukup panjang dan tertempel di tiang beton di samping Saya berdiri. Saya baca sampai akhir, namun betapa terkejutnya Saya membaca infonya: Kantin Pusat akan dirobohkan tanggal 15 April. Itu kan besok?
Ya, tanpa pemberitahuan tanpa ada info apapun, tiba-tiba saja besok Kantin akan lenyap. Tragisnya, menurut info dari Ibu penjaga warung yang Saya ajak bicara, adalah bahwa Penjual di Kantin nantinya tak dijamin akan diberi tempat lagi. Entah mau dibangun apa, bahkan para penjual di Kantin pun tak diberi informasinya. Namun mareka masih belum berhenti memperjuangkan hak mereka.
Ketika Saya tanya,”Jadi besok sudah tidak jualan, Bu?”. Si Ibu menjawab, “Ya tetep jualan aja mas, lha masih ada yang perlu makan…”. Yang beliau maksud adalah para Mahasiswa ITS umumnya, dan juga keluarga beliau sendiri tentunya.
Yah,, Saya hanya bisa geleng kepala… Kelihatannya pihak Rektorat mau berulah lagi… Dengan dalih inovasi menuju World Class University, Kantin yang tak terawat jadi korban.
Tidak puaskah mereka merombak kehidupan kemahasiswaan? Kini Kantin mereka robohkan demi pemilik modal…
Tanya Kenapa??

besik mendokumentasikan Ah….., apakah SKK ITS = SATPOL PP yang premanisme…..
@LuXsmaN
ditunggu dokumentasinya,,, hehe…
mau makan murah ?
adadi kantis Statistik. 1000 rupiah lebih murah dari harga kantin pusat.
makanannya juga Mantab Jaya, gag bikin Mules Jaya ataupun Dompet Ngglembosi.. heheheh kena sindrom IKIN 3
Nang Cafe Mesin ae..dijamin ga bakal ono gusuran..