Karakter yang tidak berkarakter dan manusia pembelajar: tentang Sinetron

Tidak pada Sinetron

Tidak pada Sinetron

Saya iseng (baca: terpaksa) ikut menonton Sinetron di kosan kemarin malam. Sehabis makan malam di warung depan kosan, suguhan televisi yang jarang Saya nikmati muncul di depan meja makan. Adalah Mbak Inah, sang penjaga warung yang sedari tadi khidmat mengikuti jalan cerita sinetron di salah satu stasiun televisi nasional.

Apa mau dikata, Saya selalu berusaha mafhum dengan kegiatan para ibu dan gadis-gadis remaja kita dewasa ini yang saban hari tunduk di hadapan tayangan sinetron. Mereka hanya tidak punya pilihan: itu saja. Tak ada tayangan lain yang lebih bermutu bisa mereka tonton. Setidaknya tidak di saluran televisi nasional yang gratis ini. Tidak ada yang gratis kawan… :D

Alkisah, sejauh kilas pandangan Saya selama menonton sinetron kemarin adalah karakter para pemainnya yang tidak berkarakter. Sebuah peran bisa jadi orang yang lemah lembut, pemaaf dan perasa di satu adegan, tapi di adegan lain menjadi orang yang egois dan terkesan brutal. Seakan sebuah peran itu hanya terbatas pada satu adegan/bagian saja dan bukan keseluruhan jalannya cerita sinetron. Inilah yang Saya sebut karakter tanpa karakter.

Dalam sebuah kisah, konsistensi alur cerita adalah penting. Dan itu dapat dilihat dari bagaimana sebuah peran dimainkan oleh aktor/aktris. Namun itu bukan berarti sebuah peran tidak dinamis, tetap pada satu watak saja. Seperti yang sudah sering Saya lihat, sebuah peran antagonis akan tetap jadi antagonis bagaimanapun saat dan situasinya. Sikap licik dan jahat selalu ditunjukkan.

Ok, kita bisa sebut ini konsisten. Tapi tak adakah konsep pembelajaran untuk berubah? Bahwa sebuah peran (atau manusia) adalah makhluk yang selalu mencerna kehidupan sekitarnya. Bahwa sikap manusia dipengaruhi juga oleh keadaan sosial di kanan kirinya. Yang Saya coba katakan adalah, manusia tidak akan selamanya jadi orang jahat yang selalu menghalalkan segala cara seperti yang ditunjukkan di sinetron-sinetron. Bisa jadi sikap jahat itu hanya khilaf dan mereka akhirnya sadar. Bisa jadi sikap buruk seseorang itu adalah pemahaman yang salah akan kejadian-kejadian di sekitarnya, dan akhirnya dia paham dan minta maaf, menjadi baik lagi lah dia.

Yang Saya takutkan adalah (semoga hanya ketakutan Saya), sikap-sikap serta pemahaman yang salah ini akan jadi pandangan umum yang merasuk ke dalam pemikiran gadis-gadis remaja serta ibu-ibu kita. Apa jadinya jika mereka tidak mencerna dan salah memahami pola cerita yang coba disampaikan oleh sinetron-sinetron ini? ahhh.. semoga hanya kekhawatiran Saya saja…

Jakarta, 21 Jan 2012

5 Komentar

Filed under Catatan Harian, Iseng, Mencari Jati Diri, Renungan

5 Responses to Karakter yang tidak berkarakter dan manusia pembelajar: tentang Sinetron

  1. sinetron Indonesia itu bisa ditebak jalan ceritanya, klo gak soal percintaan ya soal perebutan harta warisan
    saya setuju soal karakter, pada dasarnya manusia yang baik tak selamanya baik dan manusia yang jahat tak selamanya jahat
    tapi di sinetron orang jahat akan nampak jahat selamanya dan orang baik akan selalu baik selamanya, mana ada hal ini di dunia nyata?

    ah, namanya juga sinetron….
    # pengin seperti luar negeri yang keren banget bisa bikin film science fiction, soal percintaan itu cuma bumbunya
    kebalik logikanya klo di Indonesia, ilmu pengetahuan itu cuma bumbunya

  2. dan kayaknya sinetron juga suka ngambil cerita dari film-film luar. jadi istilahnya tu satu film diadaptasi untuk jadi beberapa episode, trus ngambil dari film lain lagi. kayak sekarang, yang aku liat adegannya di diklan, dude herlino yang jadi hantu itu mah film Ghost banget. wkakak.

  3. al_fiyan

    sepakat, itulah yang Saya sebut manusia itu makhluk yang belajar… :)

  4. al_fiyan

    hehe… iya jg keknya…

  5. saya gadis remaja yang tidak pernah nonton sinetron, :D *berasa muda*
    Yang disayangkan adalah, penempatan pemutaran acara sinetron yang ditayangkan saat anak-anak masih bisa menontonnya. Sedih, sekali. Rasanya ini salah satu ramainya sifat bullying di siswa,.. -_- siswa SD lagi,.

Silahkan Tinggalkan Komentar...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s