Banyak orang sibuk mengekspresikan diri di dunia jejaring sosial maya. Menuliskan segala macam mulai dari kegiatan yang sedang dilakukan, rencana liburan, harapan dan tujuan, sampai ungkapan perasaan yang sedang dialami apakah itu susah, senang atau bahkan kemarahan. Sadar atau tidak, mereka ini sedang membangun identitas dirinya di dunia maya.
Di saat yang sama, ternyata ada orang yang justru menghindarinya. Seorang rekan di kantor mengatakan pada Saya dalam sebuah diskusi, bahwa Saya tidak akan dapat menemukan satu pun link yang mentautkan terhadap dirinya di dunia maya. Dia sengaja ingin tidak dikenal di dunia maya. Tidak ada akun facebook, tidak pula twitter dan semacam.
Di tengah era digital seperti sekarang, eksistensi di dunia maya hampir sama pentingnya dengan dunia nyata. Informasi bergerak jauh lebih cepat dari yang bisa dibayangkan puluhan tahun yang lalu. Apa yang terjadi pada seseorang detik ini, maka detik itu pula informasi menyebar dan diketahui orang lain ribuan kilometer jauhnya.
Semakin cepatnya informasi menjalar, maka perlu adanya validasi informasi. Di sinilah pentingnya cek dan ricek informasi agar kita tak mudah terjerumus dalam isu dan berita bohong atau bahkan fitnah.
Bagaimana kita bisa dengan mudah mem-validasi sebuah informasi? Tentu kita harus tanyakan info tersebut pada orang paling kompeten atau yang sudah memiliki reputasi. Mereka yang memiliki informasi yang lebih banyak atau mungkin bisa mengarahkan kita ke sumber informasi lain.
Nah, di sinilah pentingnya kita membangun identitas dan reputasi kita di dunia maya. Tak hanya sekedar eksis dan terlihat “hadir” semata, namun lebih kepada menunjukkan kepada semua orang tentang apa yang kita ketahui dan bagaimana kita terlihat di mata orang lain.
Pada dasarnya, membangun identitas dunia maya bisa jadi sangat berbeda dengan di dunia nyata dan Anda bisa jadi dua orang yang berbeda sama sekali antara keduanya. Anda bisa jadi orang yang tidak banyak bicara di dunia nyata, tapi bisa jadi sebaliknya di dunia maya.
Anda mungkin orang yang susah berekspresi di dunia nyata tapi jadi sering curhat di status facebook. Tapi banyak juga yang antara eksistensinya di dunia nyata dan maya tetap sama.
Identitas maya juga tentang bagaimana kita dapat ditemukan dengan mudah dengan pencarian sederhana oleh mesin pencari. Berapa banyak tautan aktual yang mengarah ke profil kita baik itu di facebook, blog, twitter ataupun pemberitaan tentang diri kita di situs berita tertentu, misalnya.
Apa yang kita tuliskan atau foto yang kita unggah akan menjadi rekam jejak diri maya kita di internet. Maka pastikan itu sesuai dengan identitas maya seperti apa yang kita ingini. Have a great time building your digital identity!!






kalau saya masih lebih banyak coba-coba hal-hal yang ada di internet. saya tidak pernah benar2 bermaksud untuk menjadi sosok maya yang teridentifikasi oleh akun di situs sosial atau blog. tapi saya sangat senang menjadi bagian dari itu dan ikut berbagi dengan yang lainnya.
saya sih mikirnya sederhana saja
cuma meninggalkan jejak
saat saya tiada nanti, ada hal yang bisa menjadi penanda bahwa saya pernah ada
# Kang Ilham: sadar atau tidak, mau tidak mau, Anda saat ini sedang menjadi diri Anda di dunia maya…
# Dek Puji: Well yes, this is our history… our timeline (kalo istilahnya F**eb**k), hehe