Jajaran ribuan pulau besar dan kecil terbentang dari ujung timur hingga barat, membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi Satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia
Begitulah kurang lebih bait lagu nasional karya R Soerarjo yang menggambarkan wilayah geografis Negara Indonesia.
Bung karno pernah berkata dalam pidatonya:
“Dari Sabang sampai Merauke. Empat perkataan ini bukanlah sekedar rangkaian kata ilmu bumi. Dari Sabang sampai Merauke bukanlah sekedar menggambarkan suatu Geographical entity. Ia adalah suatu kesatuan kebangsaan, satu National Entity, ia adalah pula suatu kesatuan kenegaraan, satu state entity yang bulat kuat, ia adalah satu kesatuan tekad, kesatuan ideologi, suatu ideological entity yang amat dinamis…”.
Itulah Indonesia. Tak kurang kakayaan Sumber Daya Alam yang dimiliki oleh Indonesia. Tanah yang subur, laut yang luas dengan segala kekayaannya, bahan galian yang melimpah ruah: mulai minyak bumi, batu bara, gas alam, hingga emas, semua dimilikinya. Bahkan sampai ada lagu yang menggambarkannya:
Bukan Lautan, hanya Kolam Susu
Kail dan Jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan Udang menghampiri dirimu
Orang Bilang tanah kita tanah surga
Ttngkat Kayu dan batu jadi tanaman
. . . dst
(bait lagu grup band Koes Plus)
Namun, benarkah bangsa kita sedemikian kaya? Jawabannya: ya, memang. Kita memang kaya. Tapi kita orang kaya yang dungu. Atau, kita adalah orang kaya yang tak bisa dungu dan tak bisa mengelola kekayaan kita? Kita memiliki hampir segalanya, tapi tiap hari kita masih harus mengemis dari bangsa lain. Tuhan telah memberi kita segalanya, tapi kita masih harus meminta belas kasihan tetangga-tetangga kita.
Kita memeiliki sumber minyak yang melimpah, tapi karena alasan teknologi yang belum kita meiliki, akhirnya kita serahkan saja ke bangsa lain untuk mereka kelola. Maka yang terjadi adalah kekayaan negeri kita dibawa ke luar negeri dan kita hanya bisa melihat.
Tambang emas terbesar ada di negara kita, tapi karena kita tak punya ilmu untuk mengelolanya, kemudian terpaksa kita minta bangsa lain untuk mengelolanya. Sekali lagi, pundi-pundi kekayaan kita dilayarkan ke luar dari negeri ini dan kita hanya bisa menggerutu.
Di lain waktu, saat anak bangsa ini sudah merasa mampu mengelola teknologi sendiri, eeeehhh.. malah dijual dengan alasan gak jelas (kasus Indosat). Anak Bangsa yang sudah mau tepuk dada dengan teknologinya, kini terpaksa harus membungkuk lagi!!
Cukup!! Cukup Menggerutu!!!
Sebenarnya apa yang salah dari bangsa ini? Apa gerangan yang membuat bangsa ini tak kunjung bangun dari tidur panjangnya?
Apakah karen pemimpinnya? Mungkin. Lha, wong kerjanya hanya ngurusi perut masing2… belum ada pemimpin yang betul-betul mampu menjadi teladan bagi rakyatnya. Selalu merasa paling benar dan tak mau kalah. Golongan muda yang seharusnya mereka didik untuk menjadi pemimpin masa depan malah dikebiri dan tak diberi ruang untuk berkembang… hmmmpppphhhh…
Ataukah bangsa ini yang belum memiliki rasa Percaya Diri? Bisa jadi. Kita seringkali masih harus “mohon petunjuk” dari bangsa lain, di hampir segala hal. Padahal sebenarnya kita bukannya tudak bisa, kita hanya sulit sekali memulai. Memulai sesuatu memang sulit, tapi jika tak segera dicoba maka kita tak akan pernah tahu hasilnya. Namun agaknya, prinsip seperti ini tak pernah dipahami para petinggi bangsa ini.
Atau mungkin, kita memang belum cukup menuasai ilmu pengetahuan dan Teknologi? Siapa Bilang? Banyak sekali orang-orang brilian yang tak kalah cerdas dan tak kalah akalnya dari pada ilmuwan Jepang atau Amerika, yang bertebaran di seantero negara ini. Akan tetapi, sayang sungguh… Tak ada perhatian khusus dari Pemerintah terhadap orang-orang yang mestinya dapat dimanfaatkan ilmunya untuk membangun bangsa ini.
Kawans, bangsa kita memang sedang dilanda krisis Multidimensional. Mulai dari krisis ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kepemimpinan, hingga kepercayaan diri.
Lalu sumbangsih apa yang dapat kita berikan kepada bangsa dan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk ikut andil memperabaiki dan selanjutnya mengangkat kembali martabat bangsa kita di mata dunia kelak?
“Jangan tanyakan apa yang negaramu berikan kepadamu, tapi tanyak pada dirimu apa yang dapat kamu berikan bagi negaramu”
salam hangat,
pemuda bangsa Indonesia



tolong dong….
knapa fb nya gak bisa ke buka….?????
padahal tmen bru dkit yg pnya…..
tolong ya di perbaikin………….
makasi………..