Institut Teknologi Sepuluh Nopember, begitu kepanjangannya. Bukan Institut Teknologi Surabaya, apalagi Institut Teknologi Solo. Terletak di Kota Surabaya, tepatnya di Kecamatan Sukolilo, yang cukup dikenal karena ada Asrama Haji Sukolilo. Wilayah Kampus ITS berada di sekitar wilayah Kelurahan Gebang dan Keputih, nama yang sempat beken sekitar tahun 2001 silam saat terjadi demo penolakan warga terhadap adanya TPA Keputih. Tak heran jika sampai pernah ada yang membuat slang bahwa ITS adalah Ikuti Truk Sampah.
Di Kampus Pejuang inilah, si empunya blog saat ini aktif tercatat sebagai mahasiswa, sejak tahun 2005. Bertekad menguasai teknologi, terutama teknologi Informasi, dan berusaha menggunakannya untuk bangsa dan agamanya, lalu mencoba menekuni bidang elektroteknik yang merupakan titik di mana teknologi dimulai (menurut penulis…:mrgreen:)
Menyandang nama Sepuluh Nopember (tanggal 10 Nopember kita peringati sebagai Hari Pahlawan Nasional tiap tahunnya), ITS tak hanya mengemban amanah untuk menguasai teknologi, tapi juga begaimana menerapkan teknologi untuk memerdekakan bangsa indonesia (dari penjajahan teknologi…).
Hingga saat ini, ITS memiliki 5 Fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), dan Fakultas Teknologi Informasi (FTIf). ITS juga menaungi dua buah Politeknik, yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Jurusan Teknik Elektro (JTE) di mana penulis sedang belajar merupakan jurusan terbesar di ITS. Jurusan ini berada di FTI yang juga Fakultas Terbesar di ITS, di mana hampir sepertiga mahasiswa ITS berada di Fakultas ini. Tak heran jika pemasukan terbesar juga berasal dari sini. Namun sayangnya, konsentrasi pengembangan yang kini digarap oleh kampus bukan di bidang ini, malah di bidang Teknologi Maritim, yang tak lain ada di FTK.
Kuliah di ITS sekarang jelas jauh berbeda dari sepuluh, dua puluh, apa lagi 48 tahun yang lalu (ITS sudah ada sejak 1960 lho…). Kini, jalanan kampus sudah tertata rapi, meski mungkin perawatannya kurang
, pohon-pohon rindang menghiasi hampir tiap sudut kampus (meski konon tak serindang dulu), serta taman-taman dan kolam yang menghiasi hampir tiap lahan kosong di bagian dalam kampus. Meski gedung-gedung di dalam kampus bertebaran agak berjauhan dan terkesan tidak rapi, namun hal ini menjadi nilai lebih bagi ITS: kampus kita masih sangat luaaasss…
Fasilitas Wi-Fi pun kini sudah bisa dinikmati di hampir seluruh areal kampus. Jadi, jangan kaget jika Anda jalan-jalan di ITS dan menemui banyak mahasiswa yang duduk2 di taman sambil melototin laptop, atau banyaknya mahasiswa yang lalu lalang menjinjing atau memanggul tas besar yang isinya tak lain adalah laptop.
Hampir semua fasilitas akses data kini telah terkomputerisasi, mengikuti jejak Wi-Fi ini. Akses data mahasiwa, informasi akademis, pengurusan administrasi, perpustakaan, dan lainnya kini semakin mudah diakses melalui jaringan intranet kampus. Selain mempermudah pelaksanaan, hal ini tentu juga mempermudah dalam hal pengawasan dan juga manajemen.
Mahasiswa aktif di ITS saat ini tercatat lebih dari 17.000 mahasiswa, meliputi mahasiswa Diploma, Sarjana, Magister dan Doktoral dengan dukungan lebih dari 1000 tenaga dosen. Info lengkap dapat dilihat di sini. Mahasiswa dari berbagai wilayah dan negara, berbagai macam latar belakang ekonomi, kultur dan ideologi, berbagai macam ras dan suku bangsa, semua BERJUANG untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi demi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia.
Lalu, bagaimana dengan kampusmu?


ass. salam kenal. maaf ni mas saya tdk komentarin tulisan mas., saya kemarin ikut olimpiade saint terapan nasional (OSTN) di ITS. kalau bisa tolong kirim pembahasan dari soal-soal OSTN yang Matematika. saya Hanief dari Kuningan Jawa Barat. untuk balasan kirim ke http://WWW.Sofi_Hanief@apakabar.com. Terimakasih