Macet sudah biasa? Di mana lagi kalo bukan di Jakarta. Bahkan bisa Saya bilang, Anda belum merasakan the real Jakarta kalo belum merasakan macetnya. hahaha…
Blogging dan Citizen Journalism
Nge-blog sejatinya bukan hendak menyaingi jurnalis media massa resmi. Dari sudut pandang kepenulisan, menurut Saya blogging hanyalah panggilan hati dari seorang blogger yang ingin berbagi informasi, dari sudut pandang penulis sendiri. Istilah kerennya kurang lebih adalah citizen journalism.
Dengan media blog inilah, pesan dan informasi aktual yang sedang terjadi di sekitar blogger dengan segera tersampaikan melalui tulisan-tulisannya di blog. Dibantu dengan maraknya jejaring sosial maya seperti Twitter dan Facebook misalnya, “berita” ini dapat menyebar bak wabah virus.
Filed under Catatan Harian
Diskusi
Diskusi itu menguras intelektualitas. Memaksa kita berimajinasi liar. Menggugah hati kita untuk berempati. Memaksa kita bergerak dari zona aman dan nyaman. Mengukur di mana posisi kita berdiri saat ini di antara manusia lain. Dan akhirnya, diskusi itu mestinya mampu menggerakkan, tak sekedar berhenti dalam harap dan tanya.
Filed under Catatan Harian
Senandung Senja
Oh.. Dan senja pun datang
Ah Bukan… Ia hadir di hadapan kita
Senja hadir karena dinanti mereka yang rindu pulang
Namun ia selalu datang lebih cepat bagi mereka yang tak sadar
Senja selalu mampu melepas beban lelah
Entah mengapa, sinar kuning kemerahannya membikin teduh
Menjadi saat yang tepat untuk kembali ke awal kaki melangkah
Mengevaluasi 24 jam yang telah lewat
Seharian bekerja, belajar, menempa diri
Senja memanggil kita semua untuk kembali
Mengingatkan kita akan kefanaan duniawi
Langit kuning kemerahan itu, seakan menunjukkan kekecilan diri
Adzan berkumandang dan badan telah segar suci
Maha Suci Allah yang telah menggenapkan hari
Menyempurnakan usaha kami sekali lagi
Saatnya introspeksi di senja ini untuk perbaikan esok hari
~Jakarta, 14 Februari 2012. Selesai diketik saat Adzan Maghrib.
Filed under Cerpen-Puisi
Lagu Enak, Info Beragam dan Ajakan Positif: RADIO
Radio telah banyak berperan dalam perkembangan hidup Saya. Saya adalah pendengar radio sejak masih di bangku SMP. Radio lah teman Saya belajar dan bermain. Tak hanya alunan musik, radio juga membawa getaran info dan ajakan bagi para pendengarnya.
Ahh.. betapa lirik lagu Queen yang berjudul Radio Ga Ga tepat sekali menggambarkannya:
I’d sit alone and watch your light
My only friend through teenage nights
And everything I had to know
I heard it on my radio……
We watch the shows – we watch the stars
On videos for hours and hours
We hardly need to use our ears
How music changes through the years
Filed under Catatan Harian, Iseng, Mencari Jati Diri
Have Fun. Get Sweatin’: Car Free Day at Jakarta
It is Sunday and it should be Fun. It should be sweating too if you would. That is exactly what happen every Sunday in Jakarta, the Capital City of Indonesia. Car Free Day event, where the main roads along Senayan to Monas shutted down for use of any vehicles with machines, letting the Jakartans to walk, jog or ride their bikes throughout the street, as far as approximately 10 kilometers.
During the 6 hours time window, starting from 6AM to 12PM people are coming from all over places, bringing their bikes behind the car and then parked. Some prefer to just have walk with their family, friends or maybe ride alone just like me today, haha…
Filed under Catatan Harian
Membangun identitas maya
Banyak orang sibuk mengekspresikan diri di dunia jejaring sosial maya. Menuliskan segala macam mulai dari kegiatan yang sedang dilakukan, rencana liburan, harapan dan tujuan, sampai ungkapan perasaan yang sedang dialami apakah itu susah, senang atau bahkan kemarahan. Sadar atau tidak, mereka ini sedang membangun identitas dirinya di dunia maya.
Di saat yang sama, ternyata ada orang yang justru menghindarinya. Seorang rekan di kantor mengatakan pada Saya dalam sebuah diskusi, bahwa Saya tidak akan dapat menemukan satu pun link yang mentautkan terhadap dirinya di dunia maya. Dia sengaja ingin tidak dikenal di dunia maya. Tidak ada akun facebook, tidak pula twitter dan semacam.
Filed under Catatan Harian, dari kantor, Renungan
Karakter yang tidak berkarakter dan manusia pembelajar: tentang Sinetron
Saya iseng (baca: terpaksa) ikut menonton Sinetron di kosan kemarin malam. Sehabis makan malam di warung depan kosan, suguhan televisi yang jarang Saya nikmati muncul di depan meja makan. Adalah Mbak Inah, sang penjaga warung yang sedari tadi khidmat mengikuti jalan cerita sinetron di salah satu stasiun televisi nasional.
Filed under Catatan Harian, Iseng, Mencari Jati Diri, Renungan











